Sebagai orang tua, kesehatan buah hati tentu menjadi prioritas utama. Kita seringkali fokus pada kesehatan gigi dan mulut, namun jangan lupakan kesehatan umum mereka. Salah satu penyakit serius yang perlu kita cegah, terutama di Indonesia, adalah Tuberkulosis atau yang lebih populer dengan sebutan TBC pada anak.
TBC merupakan penyakit yang cukup berbahaya dan menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Meskipun lebih sering dikenal menyerang paru-paru orang dewasa, ternyata anak-anak juga rentan untuk tertular, apalagi jika ada melakukan kontak yang cukup dekat dengan penderita TBC aktif. Uniknya, gejala TBC pada anak sering kali tidak sejelas pada orang dewasa, sehingga para orang tua kurang bisa mendeteksi dan dianggap sepele.
Penting bagi kita, para orang tua, untuk mengenali gejala TBC pada anak agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin.
Gejala TBC pada Anak yang Harus Diketahui Orang Tua
Berbeda dengan orang dewasa, biasanya gejala utamanya adalah batuk berdahak berkepanjangan. Tetapi TBC pada anak lebih sering menunjukkan gejala sedikit berbeda yang berkaitan dengan pertumbuhan dan kondisi tubuh. Berikut adalah beberapa gejala yang patut Anda curigai:
- Penurunan Berat Badan atau Tumbuh Kembang Terlambat
- Berat badan pada anak tidak ada kenaikan selama 2-3 bulan berturut-turut, atau bahkan mengalami penurunan secara tiba-tiba tanpa ada alasan yang jelas (misalnya, bukan karena diare atau penyakit umum lainnya).
- Anak terlihat lebih kurus dibandingkan anak seusianya, atau pertumbuhan tinggi badannya terhambat. Ini adalah salah satu tanda paling spesifik untuk penyakit TBC pada anak.
- Nafsu Makan Berkurang atau Hilang
- Anak menjadi susah makan atau menolak makanan yang diberikan dalam kurun waktu lama, ini nanti akan berhubungan pada masalah berat badan di atas.
- Demam Berkepanjangan
- Anak mengalami demam ringan yang tidak terlalu tinggi (biasanya di bawah $38 celsius) namun berlangsung lama, yaitu lebih dari dua minggu, dan tidak membaik meskipun sudah diberikan obat penurun panas biasa. Demam ini biasanya muncul pada sore atau malam hari.
- Kelelahan dan Lesu
- Anak terlihat tidak seaktif biasanya, mudah lelah, lesu, dan tidak berenergi untuk bermain.
- Batuk yang Tak Kunjung Sembuh
- Meskipun tidak selalu ada, batuk yang berlangsung lebih dari dua hingga tiga minggu tanpa sebab yang jelas dan tidak membaik dengan pengobatan batuk biasa perlu diwaspadai.
- Keringat Malam Berlebihan
- Anak berkeringat sangat banyak di malam hari meskipun suhu ruangan tidak panas.
- Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
- Munculnya benjolan yang tidak sakit di area leher, rahang bawah, ketiak, atau selangkangan. Ini menandakan kelenjar getah bening sedang bekerja keras melawan infeksi.
Tips Mencegah TBC Pada Anak
TBC pada anak adalah kondisi serius, tetapi bisa sembuh sampai total asalkan terdeteksi dini dan diobati secara disiplin dan tuntas sesuai anjuran dokter.
Pencegahan yang utama adalah dengan memastikan anak mendapatkan vaksin BCG saat bayi, memberikan asupan gizi seimbang untuk daya tahan tubuh yang kuat, serta menghindari kontak erat dengan orang dewasa yang memiliki batuk kronis atau didiagnosis TBC aktif (orang dewasa tersebut harus segera diobati).
Apa yang Harus Dilakukan Jika Gejala TBC Sudah Teridentifikasi?
Melihat gejala-gejala di atas mungkin membuat Anda khawatir. Ingatlah, gejala tersebut bisa juga mirip dengan penyakit lain, namun untuk memastikan dan mendapatkan penanganan yang tepat, langkah terbaik adalah tidak menunda pemeriksaan.
Jika Anda mengidentifikasi beberapa tanda di atas pada buah hati Anda, dan kekhawatiran ini mengganggu pikiran Anda, jangan ragu untuk bertindak cepat. Segera bawa anak Anda untuk diperiksa oleh Dokter Anak profesional.
Sebagai bagian dari komunitas kesehatan yang peduli, kami di Opal Dental Indonesia percaya bahwa kesehatan menyeluruh adalah kunci. Jika Anda mencurigai adanya tanda TBC pada anak, Anda dapat menghubungi atau berkonsultasi dengan Dokter Anak di Klinik Opal Dental atau fasilitas kesehatan terdekat yang menyediakan layanan dokter spesialis anak.
Dokter Anak akan melakukan pemeriksaan fisik, riwayat kontak, dan mungkin menyarankan tes lanjutan seperti tes Mantoux, rontgen dada, atau tes lain untuk menegakkan diagnosis. Deteksi dini adalah harapan terbaik untuk kesembuhan penuh anak Anda.